Senasib Sepenanggungan

عَنْ أَبَى حَمْزَةَ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ خَادِمِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قاَلَ لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبُّ لِاَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ.( رَوَاهُ البُخاَرِيُّ رقم ١٣ وَمُسْلِمٌ رقم ٤٥ )

Dari Abu Hamzah Anas bin Malik pelayan Rasulullah SAW katanya, Rasulullah SAW bersabda “Salah seorang diantara kalian tidak dianggap sempurna keimanannya hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri” (Bukhori no.13, Muslim 45)

Sering kali mendengarkan hadist ini, namun baru kali ini saya memperhatikan bahwa ada yang salah dengan hadist yang selama ini saya ingat. Kerap kali diartikan “…hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri”, ternyata memiliki makna berbeda dari arti sesungguhnya. Dilihat dari kalimat asalnya حَتَّى يُحِبُّ لِاَخِيْهِ مَايُحِبُّ لِنَفْسِهِ secara bahasa (sepengetahuan saya, wallahu a’lam) memang berarti hingga ia mencintai untuk saudaranya sebagaimana ia mencintai untuk dirinya sendiri’.

Secara redaksi, dua kalimat yang sekilas berarti sama ini ternyata memiliki arti yang berbeda. Read more…

Iklan

Garis Hidup

Silaturrahim yang selalu dijaga akan membawa kita ke arah yang kita sendiri tak dapat menebaknya. Bahwa silaturrahim itu membuka jalan bagi kita, entah untuk memperluas relasi, berbisnis, atau mendapat ilmu baru yang tak disangka-sangka. Read more…

Terlalu Jauh

Aku telah terlalu jauh bermain, terlalu jauh dari “rumah”. Maka Tu(h)an, maukah Anda menolongku yang bak anak kecil keasyikan bermain -lupa jalan pulang- ini untuk kembali ke “rumah”? Aku ingin pulang Tu(h)an.

Atau mungkin, jika memang Anda masih mengasihiku dan belum waktunya turun tangan, kirimkan saja ajudan Anda atau siapapun atau apapun untuk menuntunku kembali pulang. Aku sungguh-sungguh ingin pulang Tu(h)an.

Dan bagaimanapun nanti cara Anda menolongku, saat ini hanya Anda yang dapat aku hubungi, jadi tolong aku..

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ

” Ya Rabb kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Baqarah :128)